PT DBS Group
Menyiapkan halaman
021 8064 1024 Senin-Jumat: 08.30AM - 17.30PM
Emas Mulia

MASIH BANYAK EMAS INDONESIA DISIMPAN DIBAWAH BANTAL??

MASIH BANYAK EMAS INDONESIA DISIMPAN DIBAWAH BANTAL??

MASIH BANYAK EMAS INDONESIA DISIMPAN DIBAWAH BANTAL??
Solusi bisnis dari DBS Group.
Ringkasan artikel

MASIH BANYAK EMAS INDONESIA DISIMPAN DIBAWAH BANTAL??

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Haryo Limanseto mengungkapkan peluang sekitar 20 persen dari emas masyarakat yang masih disimpan secara pribadi atau "di bawah bantal” untuk masuk ke dalam instrumen bank emas. Haryo menjelaskan, sekitar 1.800 ton emas yang berada di masyarakat dapat menjadi salah satu potensi yang bisa dikembangkan melalui dengan adanya ekosistem bullion nasional. Tapi, Haryo menegaskan, sekitar 20 persen tersebut hanya ilustrasi yang berpotensi dan dan bukan kewajiban bagi masyarakat untuk memindahkan atau melakukan setoran emas yang dimilikinya. “Apabila sebagian dari potensi emas masyarakat, misalnya sekitar 20 persen, dapat masuk ke dalam instrumen keuangan melalui ekosistem bullion, maka akan memberikan dampak positif terhadap pengembangan pasar bullion dan perekonomian nasional,” kata Haryo dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (23/8/2026).

Kepemilikan dan keputusan masyarakat untuk menyimpan, memperdagangkan, maupun memanfaatkan emas tetap sepenuhnya menjadi hak penuh masyarakat. "Pemerintah berperan membangun ekosistem dan menyediakan pilihan instrumen yang dapat memberikan nilai tambah bagi aset masyarakat," ujarnya.

Haryo sempat menyampaikan, pengembangan ekosistem bullion adalah bagian dari upaya pemerintah meningkatkan nilai tambah hilirisasi sektor pertambangan dan energi. Selain itu, pemerintah ingin membangun pasar bullion yang semakin efisien, likuid, transparan, dan terintegrasi. Pemerintah juga terus memperkuat ekosistem bullion dari hulu hingga hilir melalui kolaborasi antara pelaku usaha, lembaga keuangan, dan industri terkait.

Salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah adalah dibentuknya Indonesia Bullion Market Association (IBMA) untuk memperkuat integrasi dan kolaborasi dalam ekosistem bullion nasional. Ia jugas mengatakan, pemerintah saat ini melihat pengembangan ekosistem bullion sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi aset domestik, memperdalam pasar keuangan, serta menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia. “Pengembangan ekosistem bullion sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi aset domestik, memperdalam pasar keuangan, serta menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru, dengan tetap memberikan ruang aman dan pilihan kepada masyarakat dalam mengelola aset emas yang dimilikinya,” tegasnya. – Source by Detik.com

Terima kasih telah membaca.
Gambar dilindungi.