BANK SENTRAL DUNIA BORONG EMAS DI TENGAH PANASNYA GEOPOLITIK GLOBAL
Emas selama ini mungkin lebih sering kita lihat sebagai aset untuk mencari keuntungan atau menjaga nilai mata uang. Tapi bagi Bank Sentral ceritanya bisa jauh lebih besar dari sekedar Keuntungan atau menjaga nilai mata uang. DI Tengah dunia yang makin penuh ketidakpastian, emas Kembali dilirik sebagai salah satu cara untuk memperkuat Cadangan dan mengurangi ketergantungan pada aset tertentu. Tren ini masih terlihat jelas Hingga Awal Agustus 2026. Bank Sentral Kembali membeli emas dengan China dan Polandia menjadi dua nama yang paling agresif. Secara YoY Bank Sentral mengalami penurunan pembelian Januari – Juli 2025 (160 Ton), sedangkan Januari – Juli 2026 (130 Ton). Dengan beberapa Negara List Negara Agresif dalam melakukan pembelian Emas, Bukan China melainkan Polandia dengan pembelian 90 Ton, China 60 Ton, Uzbekistan 40 Ton. Bank Sentral Polandia memiliki target memiliki sekitar 700 Ton Emas, dengan posisi saat ini memiliki 640 Ton atau sekitar 91% dari target yang sudah di tentukan dengan Total pembelian selama 41 Bulan berturut2. Secara Global Polandia sebagai Peringkat 10 dengan kepemilikan Cadangan Emas dunia. Dimana untuk sekarang Posisi 1 masih di isi oleh Amerika Serikat dengan total kepemilikan Emas sebanyak 8.133,5 Ton Emas, Disusul Posisi 2 Jerman 3.349,5 Ton, dan di posisi ketiga di duduki oleh Italia dengan Total kepemilikan Emas sebanyak 2.451,8 Ton


