BANTING SETIR
Bank sentral Kazakhstan mulai mengubah strategi untuk dapat mengelola Cadangan devisanya dengan cara menjual Cadangan emas, dimana sebelumnya Kazakhstan menjadi salah satu pembeli emas terbesar dunia. Langkah tersebut diambil seiring meningkatnya daya Tarik dolar Amerika Serikat dan Obligasi pemerintah AS menawarkan imbal hasil tinggi. Di sisi lain, harga emas mengalami tekanan setelah adanya kondisi puncak pada awal tahun
Dikutip dari Bloomberg, Wakil Gubernur Bank Sentral Kazakhstan Aliya Moldabekova menyebut bahwa lonjakan yang dialami imbal hasi obligasi AS membuat dolar semakin menarik dibandingkan emas, yang tidak memberikan pendapatan bunga. Bank Sentral Kazakhstan berencana menurunkan porsi emas dalam total cadangan devisa dari sekitar 78% menjadi 75% pada akhir 2026.
Saat ini, cadangan emas Kazakhstan sudah mencapai 386 ton, sedangkan total cadangan internasional negara tersebut tercatat sekitar US$66,4 miliar pada posisi akhir September 2026
Menurut Moldabekova, tingginya porsi emas membuat Cadangan Kazakhstan terlalu berkonsentrasi pada satu jenis aset. Padahal, bank sentral harus memastikan Cadangan tetap likuid untuk menghadapi kebutuhan Valuta asing. Penyesuaian tersebut direncanakan melalui penjualan emas fisik dan transaksi opsi, masing-masing menyumbang sekitar separuh dari langkah pengurangan eksposur emas.
Menariknya, Kazakhstan sebelumnya justru aktif menambah cadangan emas. Berdasarkan data World Gold Council (WGC), bank sentral negara tersebut masih mencatat pembelian bersih sekitar 36 ton sepanjang Januari-Agustus 2026.


