PT DBS Group
Menyiapkan halaman
021 8064 1024 Senin-Jumat: 08.30AM - 17.30PM
Emas Mulia

CHINA BORONG EMAS DALAM JUMLAH REKOR 23 BULAN BERTURUT TURUT, ADA APA?

Bank Centra China dilaporkan sudah berhasil membeli emas selama 23 bulan tanpa henti.

CHINA BORONG EMAS DALAM JUMLAH REKOR 23 BULAN BERTURUT TURUT, ADA APA?
Solusi bisnis dari DBS Group.
Ringkasan artikel

Bank Centra China dilaporkan sudah berhasil membeli emas selama 23 bulan tanpa henti.

Bank Centra China dilaporkan sudah berhasil membeli emas selama 23 bulan tanpa henti. Bahkan negara tersebut sudah melakukan impor Logam Mulia ini dalam jumlah yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Aksi pembelian emas ini mencerminkan dalam Upaya Beijing yang berusaha untuk mengurangi ketergantungan pada Dollar Amerika Serikat serta kurangnya pilihan Investasi yang aman bagi rumah tangga di negara tersebut.

Dikutip dari CNBC International pada Senin 12 Oktober 2026. Bank Central China melakukan penambahan Cadangan emas sekitar 23 Ton pada Bulan September. Menurut data yang diambil dari State Administration of Foreign Exchange, ini menjadi transaksi bulanan terbesar dalam hampir tiga tahun sekaligus memperpanjang rekor periode pembelian yang sudah dilakukan sejak setidaknya tahun 2015 Data dari bea cukai menunjukkan China mencatatkan rekor pengeluaran sebesar US $158,8 Miliar untuk dapat melakukan pembelian lebih dari 1.000 Ton emas dalam delapan bulan pertama tahun 2026. Angka ini melampaui nilai impor sebesar $96,5 milian dan volume 886 ton yang tercatat sepanjang tahun 2025

“Impor emas yang dilakukan oleh China mencapai rekor tertinggi dalam delapan bulan pertama tahun ini,” ujar kepala strategi emas di State Street Investment Management, Aakash Doshi “Lonjakan pada premi harga emas di pasar domestic China mengindikasikan permintaan musiman musim dingin yang kuat,” ujarnya

Doshi memprediksi harga emas akan naik ke kisaran US$4.750 hingga US$5.500 per troy ounce pada akhir kuartal pertama tahun 2027. Hal ini didorong oleh permintaan yang kuat.

Sebenarnya, akumulasi Logam Mulia ini terjadi di Tengah adanya penurunan harga emas. Harga Emas setidaknya mengalami penurunan dari 8% pada bulan September menjadi sekitar US $4.176 per ons, setelah sempat mencapai hingga US $5.500 pada bulan Januari.

Doshi memprediksi harga emas akan naik ke kisaran US $4.750 hingga sekitar US $5.000 per try ounce pada akhir kuartal pertama tahun 2027. Hal ini tidak dipungkiri dikarenakan oleh permintaan yang masih kuat.

Mengapa China Memborong Banyak Emas? Disebutkan bagaimana pemerintah negara-negara Barat membekukan aset Bank Central Rusia setelah melakukan invasi ke Ukraina pada tahun 2022. Hal ini menyoroti bagaimana Cadangan yang disimpan di luar negeri dapat dibatasi pada masa ketegangan Geopolitik, sementara Cadangan emas yang disimpah di negara itu sendiri masih tetap aman dan tidak terkena dampak. Ditunjukan juga sejumlah data. Dimana negara China sudah mulai melepas Sebagian kepemilikan aset dalam bentuk Obligasi pemerintah Amerika Serikat. Mengacu dari data Departemen keuangan AS. Nilainya sudah terjun bebas dalam 18 tahun sebesar US $618 miliar pada bulan bulan Juli, seiring Langkah China untuk terus mendiversifikasi Cadangan devisa Permintaan China juga didorongnya branding emas sebagai aset pelindung nilai yang paling aman sejauh ini di negara tersebu, yang merasa cemas mengenai perekonomian yang sedang tidak stabil, berbondong-bondong untuk melakukan transaksi pada Perhiasan, Emas Batangan, dan Koin Emas. Investor domestic memiliki sedikit alternatif Investasi karena pasar property yang dulunya semapt menjadi pilihan utama sebagai penyimpanan kekayaan rumah tangga, sedang terpuruk dalam masa lesu yang cukup Panjang. Indeks acuan CSI 300 turun sekitar 8% pada 2026, sangat berbanding terbalik dengan indeks S&P yang mencatat kenaikan sebesar 13%

Imbal hasil Deposito Bank dan Obligasi juga sedikit menurut di kurangnya permintaan pinjaman. Imbal hasil Obligasi pemerintan Tiongkok tenor 1 Tahun turun di angka 1,2%, dibandingkan dengan AS yang angkanya sekitar 4,46% Pembelian yang dilakukan oleh China ini juga diyakini sebagai rencana membangun pasar emas domestic yang lebih fokus. Mentri Keamanan memperkirakan Bank Sentral sudah membeli hampir 190 Ton Emas hingga akhir Agustus tahun ini, termasuk 110 ton yang sebelumnya tidak dilaporkan

Membantu Jaga Harga Emas? Permintaan emas yang dilakukan oleh China juga telah membantu Harga Emas bertahan dari tekanan, yang seharusnya bisa lebih memberikan dampak penurunan harga yang lebih dalam, mengingat imbal hasil Obligasi AS yang menahan permintaan terhadap Logam Mulia. Hal yang biasa terjadi biasanya Harga emas mengalami penurunan Ketika suku bunga naik “Pembelian China telah menjadi sumber yang penting untuk menjadi dukungan structural terhadap harga emas” kata ahli strategi komoditas di ING Bank, Ewa Manthey. Hal yang sama juga diucapkan oleh Menke. Ia menyebut bahwa harga emas tetap berada di atas levelnya pada musim panas, meskipun ekspektasi suku bunga dan imbal hasil Obligasi yang meningkat lebih signifikan semantara The Fed telah menaikan suku bunga Kembali pada tahun 2026 Sedangkan menurut Hansen, setiap pembaruan kepercayaan terhadap property dan ekuitas China dapat menumpulkan permintaan emas, serta melemahnya mata uang China yang membuat harga Emas kembali mengalami kenaikan di dalam negeri atau suku bunga yang lebih tinggi sehingga membuat simpanan menjadi pilihan yang menarik Pergeseran yang lebih besar akan terjadi jika bank sentral kehilangan minat dalam melakukan diversifikasi cadangan dan meredanya ketegangan geopolitik.

"(Namun) kedua hal tersebut tampaknya tidak akan terjadi dalam waktu dekat," jelasnya.

Menurut Dewan Emas Dunia, negara pemegang emas terbesar kelima di dunia ini memiliki 2.387 ton pada bulan Agustus. Angka itu kurang dari sepertiga milik AS.

Terima kasih telah membaca.
Gambar dilindungi.