Meskipun mengalami kenaikan signifikan, Emas tetap sedikit rentan terhadap penurunan lebih lanjut di Tengah adanya ketegangan geopolitik
Meskipun mengalami kenaikan signifikan, Emas tetap sedikit rentan terhadap penurunan lebih lanjut di Tengah adanya ketegangan geopolitik di Teluk, kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh harga minya yang tinggi, dan taruhan hawkish seputar prospek kebijakan The Fed Pada hari Senin, “Kelompok militant Yaman yang didukung Iran, Houthi, melancarkan serangan baru terhadap Arab Saudi setelah Riyadh. Negara-negara Arab Teluk juga menunda pembicaraan yang direncanakan dengan Iran” menurut Reuters Meningkatnya kekhawatiran bahwa peras AS-Iran akan berubah menjadi konflik regional penuh di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak yang diakibatkannya terus menjaga Dolar AS (USD) tetap ditopang di dekat level tertinggi mingguan terhadap mata uang utama lainnya. Hal itu, pada gilirannya, tetap menjadi risiko bagi pemulihan Emas. Selain itu, probabilitas 92% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pekan ini, menyusul beberapa kejutan positif dalam laporan inflasi Agustus dan data Nonfarm Payrolls (NFP) yang sangat kuat, tetap mendukung tren naik USD baru-baru ini, dengan imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10-tahun acuan menembus level kunci 5% untuk pertama kalinya sejak 2023. Para strategis di Scotiabank mencermati bahwa dinamika pasar terbaru membenarkan nada Dolar yang kuat menjelang pertemuan FOMC, seraya mencatat bahwa “dalam beberapa tahun terakhir, harga swap yang mengindikasikan risiko 70% atau lebih tinggi atas pergerakan suku bunga The Fed telah menjadi indikator yang hampir sempurna terhadap pergerakan kebijakan, sehingga kenaikan dolar sebagai respons terhadap harga swap dapat dipahami.” Namun, mereka memperingatkan bahwa “masih ada beberapa risiko terhadap prospek,” dengan keseimbangan skenario condong pada bagaimana The Fed mengomunikasikan langkah berikutnya. Menurut mereka, “keputusan The Fed yang tidak berubah akan menjadi kejutan bagi pasar dan jelas negatif bagi USD,” sementara kenaikan suku bunga yang “dovish” “yang tidak secara jelas berkomitmen pada langkah tambahan juga kemungkinan akan membebani USD.” Dengan latar belakang ini, Scotiabank menilai bahwa “DXY saat ini sudah cukup sesuai dengan harga yang wajar untuk kondisi spread front-end saat ini,” dan berpendapat bahwa “kenaikan DXY lebih lanjut—bertahan di atas level 100—akan membutuhkan dukungan dari pergerakan signifikan dalam perbedaan imbal hasil,” seraya menambahkan bahwa “saat ini belum jelas bagi kami bahwa The Fed siap menaikkan suku bunga sejauh itu.” Meski demikian, kini semua perhatian tertuju pada pandangan The Fed terhadap kenaikan suku bunga di masa depan, yang akan disorot oleh Summary of Economic Projections (SEP), atau yang disebut Dot Plot, mengingat kenaikan suku bunga dan sedikitnya pernyataan Ketua Kevin Warsh sudah menjadi kepastian. Sementara itu, perkembangan di Timur Tengah dan penyesuaian posisi dapat mendorong aksi harga Emas, membuat logam mulia ini rentan terhadap volatilitas.


